Butterfly Diet : Step 1

Posted in Tak Berkategori on Januari 11th, 2010 and

aka Diet Ala Kupu

“Rome was not build in a day”

Jika Ada hal yang selalu menghantui dan paling ditakuti perempuan, bukan kecoa, tikus atau serangga lainnya. Akan tetapi lingkar pinggang, paha serta, bobot tubuh. Sayangnya daripada membunuh diri di gym para perempuan lebih senang berdiet. Padahal kalau pengen punya badan ber-body aduhai olahraga dan diet itu sudah harga mati.

Parahnya kalau bicara diet pasti selalu mengarah kepada tidak makan suatu jenis bahan panganan tertentu. Sebut karbohidrat, nasi, daging merah dan sebagai. Atau meniadakan satu waktu makan biasanya sih, makan malam. Dan langsung menolak semua makanan yang menggemukan.

Masalahnya semakin diatur malah semakin pengen makan yang kita larang itu. Hasilnya diet yoyo. Dietnya naik turun. Lebih sering melanggar aturan sendiri daripada mematuhinya.

Sebenarnya yang mengerti diri kita adalah kita sendiri. Kamu termasuk orang yang bisa tahan godaan dan konsisten atau tidak. Nah, kalau jawabannya tidak! Lupakan bertindak kejam kepada nafsu Anda. Yang perlu dilakukan tekan nafsu itu perlahan.

Oke, mari kita lihat dari kata diet. Diet itu artinya mengatur pola makan. Catat bukan tidak makan. Haduuh pasti pusing kalau mikirin asupan nutrisi dan vitamin yang tepat, hitung-hitungan kalori, lemak, gula. Peniiiiing. Wait ladies thats Penyu jobs! Kalau kita sih, tak perlu sejelimet itu.

Bagi pemula dan awam seperti kita cukup ingat kata kuncinya mengatur pola makan. Dan jangan sekali-sekali meng-skip makan. Artinya menghilangkan satu waktu. Its a big no no. Kunci suksesnya tepat waktu makan.

Langkah 1 : Pastikan dalam sehari 3 kali makan dan lakukan tepat waktu. Misalnya : 6.30 sarapan, 12.30 makan siang,18.00 makan malam (lebih sore lagi lebih baik misalnya jam lima). Soal porsi atau isi karena ini langkah awal sekali. Tak perlu dipikirkan. Makan saja seperti biasa. strateginya : sarapan harus yang lengkap. Makanya ada istilah breakfast like a King. Protein seperti telur menjaga kita kenyang lebih lama sampai makan siang menjelang. Yang terpenting kalori yang diasup saat sarapan digunakan oleh tubuh sebagai sumber enegi seharian.

Langkah 2 : Jangan ulur waktu makan siang. Makanya tak perlu ngemil sebelum makan siang. Sebab, jika ini terjadi waktu makan siang akan lebih molor dan waktu makan malamnya lebih lama lagi. Makan makin malam akibatnya menumpuk lemak tubuh. Strategi : jika jelang makan siang perut terasa lapar atau didera keinginan ngemil. Coba minum dulu segelas air putih. Jika masih ingin mengunyah saatnya makan buah. Beruntunglah kita tinggal di Indonesia dimana penjual rujak dorong bertebaran. Nah, biasakan buah menjadi camilan. Bonus : kebutuhan zat gizi mikro tubuh seperti vitamin dan antioksidan terpenuhi. Saran : variasikan buah yang Anda asup. Sebab zat warna dalam buah mengandung zat gizi yang berbeda. Ingin awet muda perbanyak antioksidan!

Langkah 3 : Mulai gerakan berbagi. Jika keinginan mengasup satu jenis makanan seperti permen, gula atau keripik kentang tak tertahankan. Padahal sudah makan buah dan minum segelas air. Jangan berjuang lebih keras lagi menetangnya. Makin keras Anda berjuang maka makin besar godaannya. Strategi : makan sesuap atau sepotong dan tawarkan orang untuk mencicipinya.

Last but not the least :

Khawatir akan kecukupan gizi, solusinya variasi. Anda harus memakan jenis pangan yang beragam dalam sehari. Jika menumis atau membuat sup mari bermain warna. Masukan beragam warna sayuran kedalamnya. Selain terlihat lebih menarik pastinya lebih sehat. Dan rajin-rajin ganti menu tiap hari.

Ini baru langkah awal Anda yang ingin berdiet atau selalu gagal berdiet. Lakukan hal ini selama 3 bulan. Setidaknya itu yang Kupu ingat dari acara Oprah. We need three month to break the habit. Yang penting disiplin waktu makan dulu. Ingat rumusnya : makan sehari 3 kali diselingi camilan buah dan selalu berbagi.

Diet ini baik buat latihan disiplin. Apalagi kalau ingin mengatur pola makan tahap lanjut yang lebih sehat. Seperti mengatur kalori, membatasi lemak,  gula dan memangkas porsi jika ingin mengurangi bobot tubuh

Jangan Pernah Menghilang

Posted in Tak Berkategori on Januari 8th, 2010 and

Jika kau telah menghabiskan usia mudamu hingga beranjak dewasa dengan seseorang yang kini berbagi ranjang denganmu. Dan kalau kau sudah menghabiskan ribuan hari dengan orang tersebut. Berbagi rahasia terdalammu. Saling bertukar mimpi. Membuat kesepakatan-kesepakatan yang terus menerus, berselisih, saling menghindar, memberi semangat, serta melemparkan kata-kata yang saling menyakiti.

Tak kurang ribuan pujian, hadiah serta perhatian yang kau dapat dan saling berikan. Ratusan proyek domestik yang kalian rancang serta eksekusi bersama. Ditambah kebijakan yang kalian lahirkan, hapus atau rancang bersama demi berjalannya roda pemerintahan sebuah institusi yang kau namakan keluarga. Suka tak suka sudah terlalu banyak hal yang dilakukan bersama dan terlalu banyak hal yang sayang jika hilang.

Meskipun kau benci mengakuinya, meski kau lebih memilih terbakar hidup-hidup, mati diseruduk babi atau tak akan pernah memiliki tas Hermes seumur hidupku (bergidik ngeri dan diam-diam menarik kembali ucapannya) daripada mengakui kalau kau sangat tergantung dengannya. Bukan semata secara ekonomi. Hei, I have job!

Yang paling konyol adalah bukan sesuatu yang grand yang membuatmu bertahan dan tak mau pergi darinya. Aku tak pernah menyadari lebih dari saat ini bahwa aku tak ingin kehilangan X. Tak hanya ia adalah teman hidupku yang di mata Tuhan, tapi juga ia adalah sahabat terbaik yang pernah aku punya.

Hal-hal kecil yang membuat aku tahu dan akan merindukannya saat ia jauh seperti, ia tak pernah lupa mengosok punggungku dengan minyak angin lalu menyelimutiku seperti kepompong tiap malam sebelum tidur. Meski kami sedang bertengkar.

Atau saat sinus dan gerdku menyerang ia akan ikut terbangun tengah malam dengan ekpresi yang sabar serta penyayang tanpa merasa terganggu sekalipun. Dan melakukan apa saja yang mampu meringankan penderitaanku. Meski sekali lagi kami baru saja saling memaki atau sudah tak bicara satu sama lain karena marah.

Atau segelintir lelucon yang sering ia lontarkan dan selalu saja sanggup membuatku tertawa. Kalau pun aku tak tertawa karena masih kesal. Demi Tuhan itu sangatlah tidak enak.

Jiwa pemburu kuliner kami yang sama. Semua percakapan-percakapan yang mengalir di antara kami. Sangat mungkin saya membangun perbincangan dengan orang lain tentang materi yang sama. Akan tetapi, tetap saja terasa beda. Dengannya lebih menyenangkan.

No matter how hard it is, you are so worth it. I can’t picture my life without you, there be no life at all.

Terima Kasih Telah Membaca

Posted in Tak Berkategori on Januari 5th, 2010 and

Meramu kata tak selamamya menyenangkan,”Madame Penyu

Aku masih berpegang teguh pada pendirian bahwa: membaca lebih menyenangkan ketimbang menulis. Menulis itu ribet, banyak kaidah yang harus dipatuhi. Akan tetapi seiring makin sering kau membaca, semakin banyak hal yang berkecamuk dalam otakmu. Semuanya ingin tumpah keluar dari pelukan cortexmu. Lebih tepatnya harus keluar atau kau bisa gila.

Saat waktu belum jadi masalah dan teman-teman selalu berjalan beriringan. Saat dimana kebutuhan belum jadi tuntutan. Saya dan teman-teman sering duduk di pojok kantin dan bicara banyak hal. Tentang segala hal, berdiskusi kosong atau sekadar dialektika basa-basi. Tapi semua itu sangatlah menyenangkan. Saat itu aku tak menulis, aku berkata.

Tetapi,

Sekarang semua sudah sibuk mengejar mimpi. Atau paling tidak terhimpit oleh desakan kebutuhan. Waktu pun menjadi barang langka yang amat berharga bila dihabiskan dengan “kongkow-kongkow” dan bicara tanpa ujung. Mulailah babak baru dalam hidupku.

Dengan begitu chapter pepesan kosong penuh omong kosong resmi ditutup. Aku mulai menulis. Bahkan memenuhi kebutuhan hidupku dengan menulis.

Sedihnya, akupun memahami menulis tak semudah bicara. Jadi teringat tentang blog pertamaku di Friendster. Blog itu terpaksa harus kuhapus karena malu. Sebab tulisanku sangat buruk (meski sekarang masih saja jauh dari bagus). Sudahlah, yang penting semua yang berkecamuk di benak butuh dituangkan.

Apalagi akhir-akhir ini membaca pun sudah menjadi kesempatan langka. Dalam artian membaca hal-hal yang aku sukai. Bukan membaca karena dibayar.

Yang terburuk dari semua itu adalah kemampuan menulisku maju sangat lambat. Ini cukup membuatku geram.

Contoh gampangnya, tiap kali aku membaca ulang postingan di sini, selalu saja kutemukan kesalahan. Mulai dari salah ketik, kesalahan tanda baca atau kalimat yang patah-patah. Sebuah barisan kata yang tak mengalir enak. Padahal aku selalu membaca berulang-ulang sebelum mempostingnya.

Kesibukan juga membuatku jarang menulis di sini. Kadang saat ide menyambar dan menggelegar dahsyat di kepala, aku justru tak punya waktu menuangkannya. Akhirnya ide itu pun menguap tanpa jejak.

Belum lagi rasa malas yang makin lama makin kronis. Sejujurnya aku punya waktu buat menulis blog. Kalau saja mau merelakan waktu satu jamku bermain mafia world, cafe world, sorrority life and so on. Yah, itulah nampaknya sisi kanak-kanak aku tak pernah hilang. Sesungguhnya aku tak pernah berharap itu hilang.

Beratus-ratus kata sudah tertuang di sini hasil dari pemikiran tumpul seorang Penyu betina pemalas. Dibumbui oleh sedikit pengetahuan. Saking sedikitnya jadi terasa hambar.

*Mengulum senyum sambil menahan tawa sambil berpikir : If there’s something I really good is laughing at my self*

Karl Marx sang filsuf, ilmuwan sosial serta sejarawan dunia, ia pernah mengatakan kurang lebih seperti ini “Karya terbaik adalah sebuah karya yang tak dibayar”. Dan itu memberi jawaban atas pertanyaan dalam diri ini.

Jawaban dari sebuah pertanyaan mengapa Penyu sangat menyukai tulisannya di blog ini dibandingkan dengan tulisan-tulisannya di tempat lain. Yang tentu saja well edited dan lebih layak dibaca. Dan jika dinilai secara kualitas jauh lebih baik dari guratan penuh cacat di sini.

*Berhenti buat menyesap teh hijau yang mulai dingin di meja. Tiba-tiba teringat sebuah percakapan singkat dengan seorang teman*

Sebuah pertanyaan pernah menggulir tentang blog ini. Sebenarnya blog ini mau dibawa ke arah mana? tentang apa? Aku bingung menjawabnya sekaligus bangga telah memberi tema Absurd is New Knowledge. Karena blog ini memang absurd. Meski jauh banget dari gaya penulisan Albert Camus yang terkenal sebagai penulis aliran absurdis.

Tak dimengerti tak masalah. Tapi aku cukup senang bahwa ramuan kata-kata dalam blog ini dibaca apalagi dikomentari. Terima kasih buat semua yang pernah berkunjung, singgah sejenak, membaca serta memberi komentar. Rasanya tak ada kata-kata yang tepat buat mengambarkan perasaan Penyu buat kalian semua. Cuma sebaris kata sederhana: terimakasih.

*Tercekat menahan airmata yang agar tak menitik. Ah Penyu itu ternyata bukan cuma seorang penunda tapi juga cengeng*

Bumi Butuh Revolusi

Posted in Tak Berkategori on Desember 6th, 2009 and

”The highest point of love is to be revolutionary,” Che Guevara

Kenapa Mr X rela ninggalin Madame Penyu dan dua pangeran kecebongnya selama dua bulan?Rela masuk penjara meski cuma satu kali 24 jam(2 kali, lagi)? Rela menanggung risiko dipukuli atau bahkan ditembak saat aksi?

Jawabannya Cuma satu : Menyelamatkan hutan di Riau.

Kenapa juga repot? Jawabannya juga Cuma satu : Supaya dua pangeran kecebong bisa hidup di bumi yang lebih baik nantinya.

Mungkin kalian bingung apa hubungan. Hutannya di Riau kita hidup di Jakarta. Kalau saya mau berkaca mengenang sepuluh tahun yang lalu, mendengar berita ozon bolong yang terlintas dipikiran adalah : terussss?

Es di kutub utara mencair ; Yaaaaa, kutub jauh kaleeeee? Apa hubungan sama gue?

Dapat dimaklumin sih, 10 tahun yang lalu yang namanya climate change masih jadi perdebatan para scientist. Saat ini hal tersebut sudah bukan perdebatan lagi. Perubahan iklim sudah benar-benar terjadi.

Kayaknya enggak perlu menjadi seorang scientist yang mengerti ilmu bumi, iklim dan sebagainya buat mengetahui perubahan yang terjadi. Kita semua saat ini sudah mulai ngerasain dampaknya. Mulai dari suhu udara yang makin panas, musim sudah enggak jelas lagi kapan hujan, kapan panas. Perubahan cuaca yang drastis dari terik tiba-tiba hujan berhari-hari, banjir, kekeringan, gagal panen, bencana, you name it.

Mau tak mau, suka tak suka semua demam hijau. Bagi Penyu itu bukan sebuah trend yang buruk. Kalau bahasanya Kupu : ”Green is the new black.”. Buat yang bingung, setiap pencinta fashion tahu kalau black dress adalah trend sepanjang masa.And you’ll never go wrong with black.

Banyak di sekitar Penyu dari kawan, kolega serta kerabat bahkan orang-orang disekitar yang pola hidupnya mulai berubah. Dari pengurangan penggunanan sampah plastik. Membawa botol minum sendiri, mematikan komputer jika ada tugas atau keperluan keluar kantor sebentar. Serta buat teman-teman yang lembur karena jumlah sedikit, mereka rela tidak menggunakan AC.

Menurut teori kecil-kecil lama-lama jadi bukit itu tak salah. Kalau aksi kecil dilakukan oleh jutaan bahkan milyaran penduduk di dunia pasti ada dampaknya. Itulah sebabnya salah satu quote favorit Penyu adalah :

“if you think to small to make an impact try going to bed with a mosquito,’Anita Roddick , The Body Shop founder.

Senang rasanya melihat banyak aksi kecil yang dilakukan orang sekitar buat bumi tercinta ini. Karena bumi ini pula yang nantinya akan ditempati para pangeran dan putri kita. Tak ketinggalan putri dan pangeran dari pangeran serta putri kita. Begitu seterusnya.

Akan tetapi saat semua orang berbondong-bondong melakukan aksi kecil. Eh, perusahaan raksasa malah asyik-asyik babatin hutan. Apalagi alasannya kalau bukan hanya memikirkan keuntungan saat ini. Seperti hutan Semenanjung Kampar di Riau saja yang luasnya sekitar 700.000 hektar sekarang tinggal 400.000 hektar. Dan hutan sisanya itu menyimpan 2 milyar ton karbon. Bayangkan kalau 2 milyar ton karbon tersebut terlempar ke udara akibat penebangan hutan.

Harusnya sih, kita bisa hidup makmur tanpa merusak hutan. Kalau saja para pengusaha raksasa itu tidak serakah. Sebenarnya tanpa merusak hutan mereka tetap bisa meraup keuntungan kok! Misalnya kalau saja mereka bersedia menyisihkan keuntungan buat riset dan ekstensifikasi untuk meningkatkan produksinya tanpa harus membabat hutan.

Padahal kalau ini mau dilakukan tidak cuma hutan yang selamat tapi negara ini akan makin maju dalam segi riset dan pendidikan. Dengan begitu akan tumbuh subur ilmuwan-ilmuwan asal negeri sendiri. Seperti kata si X, organisasinya tidak anti industri, bahkan mereka mendukung. Yang mereka tentang adalah cara beberapa oknum yang salah, lebih mementingkan meraup untung sebesar-besarnya tanpa mau memikirkan masa depan orang lain.

Berkhayal sedang menyaksikan berita salah satu putra/i bangsa meraih nobel. Berkat hasil penelitian ekstensifikasi sawit dan akasia. Lalu lamunan dibuyarkan oleh sekelibat tanda tanya. Apa kira-kira ya yang ada di benak kaum bourjouis pembabat hutan serta penguasa yang memberi ijin tebang semudah membalikkan telapak tangan. Apa mereka pikir anak cucunya nanti bisa hidup di Mars jika bumi rusak.

”Bumi cukup buat menghidupi seluruh manusia akan tetapi tak akan pernah cukup bagi orang yang serakah,”Mahatma Gandhi.